Karawang, KPonline – Sesuai dengan agenda yang merupakan keputusan rapat rutin minggu sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jamkeswatch Kabupaten Karawang adakan kunjungan kerja ke Rumah Sakit San Medical Center (SMC) yang berlokasi di Jalur Pantura, Jalan A. Yani No. 16, Sentul, Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Rabu (11/2/2026)
Pertemuan ini dihadiri 9 orang yang terdiri dari 2 orang perwakilan Manajemen Rumah Sakit (Wakil Direktur, Mardianto, AMK, S.E., dan Marketing, Sylvana), sedangkan dari perwakilan Jamkeswatch 7 orang (Syehudin, Jajang, Fazry, Rino, Endi, Anton, dan Mugi), Diskusi ringan berjalan lancar dan komunikasi berjalan sesuai harapan.
Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya diadakan Tim Jamkeswatch Karawang ke RS SMC Cikampek, Karawang, karena memang Rumah Sakit ini adalah hasil perubahan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sentul Cikampek sejak bulan April 2024 lalu, yang mana dengan nama RSIA Sentul sudah berdiri dan beroperasi sejak tahun 2010.
Di sebuah ruangan yang dingin diskusi ringan dan saling tukar pikiran dimulai dari pukul 13.15 Wib hingga kurang lebih pukul 14.45 Wib.

Sebagai pembukaan, Sekretaris DPD Jamkeswatch, Jajang Andri menyampaikan salam perkenalannya dengan memaparkan pengertian dan peran Jamkeswatch itu sendiri.
Ketua DPD Jamkeswatch, Syehudin menambahkan bahwa saat ini banyak peserta BPJS yang kesulitan mendapatkan ruangan rawat inap. Ia berharap RS SMC secepatnya bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan agar dapat mengurai antrian kepadatan peserta BPJS yang membutuhkan ruang rawat inap. “Terkait dengan adanya penonaktifan peserta BPJS dari segmen PBI JK, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan jaminan kesehatan di karawang tetap aman, jadi pihak RS tidak perlu khawatir tentang jaminan BPJS pasien yang non aktif, karena masih bisa dilakukan reaktivasi dan juga di Kabupaten Karawang masih bisa diajukan Universal Health Coverage (UHC),” pungkasnya.
Wakil Direktur Rumah Sakit SMC, Mardianto juga mengutarakan bahwa saat ini RS SMC memang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, namun walaupun demikian, progres pendaftaran terkait kerja sama dengan BPJS Kesehatan sedang berjalan, hanya menunggu waktu saja untuk disetujui dan ditargetkan pertengahan tahun 2026 sudah sah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Disamping itu, kami juga sedang dalamĀ penambahan tenaga medis dan peralatan medis serta serta perlengkapan penunjang medis lainnya agar ketika BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan kita, semuanya sudah lengkap,” pungkas Wakil Direktur RS SMC, Mardianto, AMK, S.E., MMRS.
RS SMC Cikampek menyediakan kamar rawat inap yang sudah standar KRIS (Kamar Rawat Inap Standar) sebanyak 167 bed (tempat tidur), 10 bed ICU, 4 bed NICU, dan 3 bed PICU, 13 bed IGD, selain itu juga memiliki 5 ruang operasi dengan sistem MOT ( Modular Operating Theater).
Terkait BPJS Ketenagakerjaan RS SMC sudah bekerja sama, komunikasi dan kerjasama dengan Jasa Raharja pun sudah berjalan dengan baik, selain itu Pihak RS juga akan membantu terkait Laporan Kasus ke pihak Kepolisian. Dan tidak kalah pentingnya ada layanan ambulance gratis untuk radius jarak maksimal 10 Km.



