DNA Organisasi FSPMI Lahir dari Bawah: PUK Adalah Akar Perjuangan

DNA Organisasi FSPMI Lahir dari Bawah: PUK Adalah Akar Perjuangan

Tuban, KPonline – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sejak kelahirannya dibangun dari denyut nadi perjuangan buruh akar rumput. DNA organisasi ini tidak lahir dari ruang elite, melainkan dari lantai produksi, dari peluh kaum buruh yang bersatu, sadar, dan berani melawan ketidakadilan.

 

Bacaan Lainnya

PUK (Pimpinan Unit Kerja) adalah pondasi utama sekaligus sumber legitimasi gerakan FSPMI. Dari arus bawah inilah organisasi bertumbuh, bergerak, dan mengambil sikap. Setiap kebijakan, arah perjuangan, dan keputusan strategis sudah seharusnya berangkat dari aspirasi buruh di basis, bukan sebaliknya.

 

Kehadiran PUK SPAI FSPMI PT SWA Sub Kon PT Semen Indonesia dalam Kongres VII dan Munas FSPMI Tahun 2026 bukan sekedar memilih para pemimpin organisasi. Ini adalah mandat perjuangan. Mandat untuk menyuarakan aspirasi murni kaum buruh tanpa jarak dengan basis, tanpa kompromi terhadap kepentingan yang bertentangan dengan nasib buruh.

 

“Kami hadir membawa suara bawah. FSPMI harus tetap tegak sebagai organisasi perjuangan, bukan organisasi yang tercerabut dari akarnya,” tegas Syai’in Nur Khalim, Ketua PUK SPAI FSPMI PT SWA Sub Kon PT Semen Indonesia.

 

Menurutnya, kekuatan FSPMI terletak pada konsistensi menjaga roh perjuangan. Selama PUK dijadikan pusat orientasi gerakan, FSPMI akan tetap menjadi alat perjuangan kelas pekerja yang militan, demokratis, dan berpihak penuh kepada buruh.

 

Kongres dan Munas bukan hanya agenda struktural, tetapi momentum konsolidasi ideologis. Momentum untuk menegaskan kembali bahwa FSPMI lahir dari bawah, hidup dari bawah, dan harus terus berjuang untuk buruh dari bawah.

(Imam Mujaidin – Kontributor Tuban)

Pos terkait