Data Indikator : Keterkenalan Caleg Berpengaruh Besar Dalam Meraih Kemenangan

Data Indikator : Keterkenalan Caleg Berpengaruh Besar Dalam Meraih Kemenangan

Jakarta,KPonline, – Hadir dalam Kongres ke V Partai Buruh di Jakarta, Dr. Burhanudin Muhtadi, Pendiri Lembaga Surve Indikator mengatakan Partai Buruh harus segera menyusun strategi untuk memenangkan Pemilu di tahun 2029, Rabu (21/01/2026)

Melalui power poin, Burhanudin menjelaskan beberapa strategi dalam memenangkan pemilu. Bukan hanya tentang isu Ideologi, ia juga mengatakan keterkenalan calon, usungan partai juga menjadi poin penting dalam meraih kemengan.

Terkait pasaran pemilih, melalui surve, Burhan mengatakan bahwa Pemilih dari Pekerja Informal lebih besar daripada pekerja Pormal. Mempublikasikan isu-isu pekerja informal dengan baik juga menjadi pengaruh besar untuk memenangkan Partai Buruh.

Di Indonesia, melalui surve, isu keagamaan masih menjadi kekuatan utama partai untuk meraup suara. Hal ini membenarkan bahwa Ideologi juga masih menjadi hal yang penting.

Dari data surve Pemilu 2024, bahwa keterkenalan Calon (Caleg, Calon Kepala Daerah, Presiden) juga menjadi pusat perhatian bagi Masyarakat. Rata-rata dari partai yang paling banyak mengisi kursi-kursi di legislatif maupun kepala daerah adalah karena keterkenalan calon itu sendiri.

Sedangkan untuk politik menggunakan uang, surve menunjukan bahwa bukan menjdi kepastian dalam meraih kemenangan. Keterkenalan Calon masih menjadi faktor utama dalam kemenangan tersebut.

“Keterkenalan calon di dapil menjadi poin penting untuk meraih kemenangan. Menentukan di dapil mana kita dikenal. Untuk caleg DPR, minimal dikenal di dapil sebesar 20℅, semakin sedikit dapil maka semakin besar keterkenalan calon di daerah tersebut, misalnya DPRD, haruslah 60℅ dari jumlah pemilih tingkat keterkenalan calon. Jadi 4 tahun menuju Pemilu 2029, adalah waktu untuk para caleg untuk bersosialisasi di dapil di daerahnya sendiri, artinya keaktifan calon di masyarakat adalah kekuatannya* urainya.

Selain menargetkan hal-hal itu, Burhan juga mengatakan Partai juga harus mengeluarkan isu-isu yang beda dengan partai yang lain, hal itu menjadi salah satu pembeda, karena menurut data, masyarakat cendrung muak dengan isu-isu perjuangan yang sama dengan partai-partai lain. Masyarakat masih menilai kesamaan tersebut akan juga sama kinerjanya dengan partai yang lain.

Penulis : MP

Photo : Galih