Pasuruan, KPonline – Kondisi perburuhan dalam beberapa waktu terakhir dinilai semakin memprihatinkan. Penurunan order perusahaan berdampak langsung pada nasib para pekerja, mulai dari tidak diperpanjangnya kontrak kerja, dirumahkan, hingga berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Situasi tersebut turut dirasakan oleh To’amin, anggota Garda Metal Pasuruan yang berasal dari PUK NPMI. Setelah masa kontraknya berakhir beberapa pekan lalu, ia harus menerima kenyataan tidak lagi bekerja di perusahaannya.
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Demi menjaga dapur keluarga tetap “ngebul”, Toamin memilih untuk berwirausaha dengan membuka warung kopi (warkop). Uniknya, ia memanfaatkan lokasi strategis di depan Kantor KC FSPMI Pasuruan Raya sebagai tempat berjualan.
Warkop sederhana miliknya menyediakan beragam menu, mulai dari kopi, susu, berbagai minuman dingin, hingga aneka mie rebus yang siap dinikmati oleh para pengunjung.
Dengan penuh harap, To’amin juga mengajak rekan-rekan serikat pekerja untuk turut mendukung usahanya. Ia menyampaikan bahwa warkopnya terbuka bagi kawan-kawan PUK yang hendak menggelar agenda konsolidasi di Kantor KC.
“Saya juga mengajak teman-teman PUK yang punya agenda konsolidasi bisa menggunakan kantor KC untuk berkumpul atau rapat, biar warkop saya juga bisa kecipratan rezeki dari kawan-kawan semua,” ujarnya sambil tersenyum.
Kisah ini menjadi potret nyata ketangguhan pekerja dalam menghadapi situasi sulit, sekaligus menjadi pengingat pentingnya solidaritas antar sesama buruh di tengah tantangan dunia kerja yang kian tidak menentu.
(Dede Faisal RA)



