Buruh PT PAKERIN Desak LPS Tak Lindungi Bank Prima, 2.000 Karyawan Terancam PHK

Buruh PT PAKERIN Desak LPS Tak Lindungi Bank Prima, 2.000 Karyawan Terancam PHK

Surabaya, KPonline – Ratusan buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (PT PAKERIN) Mojokerto menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tunjungan Plaza, Jalan Basuki Rahmat No. 8–12, Surabaya, guna mendesak Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar segera mencairkan dana milik perusahaan yang hingga kini tertahan di BPR Prima Master Bank.

 

Bacaan Lainnya

Dalam aksi tersebut, para buruh menyuarakan penolakan terhadap dugaan praktik pembiaran yang dinilai merugikan PT PAKERIN. Massa aksi membawa tuntutan bertajuk “LPS Jangan Backing Bank Prima untuk Merampok Uang PT PAKERIN”, yang mereka anggap berdampak langsung pada keberlangsungan operasional perusahaan dan nasib sekitar 2.000 karyawan yang terancam mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 

Wakil Sekretaris DPW FSPMI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, menjelaskan bahwa PT PAKERIN sebelumnya merupakan nasabah BPR Prima Master Bank (sebelumnya Bank Prima) dengan nilai simpanan tabungan dan deposito mencapai sekitar Rp1 triliun. Namun, sejak bank tersebut ditetapkan berstatus Bank Dalam Resolusi (BDR) dan diambil alih oleh LPS, kewenangan pencairan dana sepenuhnya berada di tangan lembaga tersebut.

 

“Sejak dana perusahaan tidak dapat dicairkan, operasional PT PAKERIN lumpuh. Akibatnya, gaji buruh selama tiga bulan belum dibayarkan dan sekitar dua ribu pekerja terancam kehilangan mata pencaharian,” ujar Nuruddin di sela-sela aksi.

 

Para buruh menuntut LPS segera mencairkan dana perusahaan sebesar Rp250 miliar guna menopang operasional perusahaan, termasuk untuk pembayaran upah buruh yang tertunggak selama tiga bulan. Mereka menilai pencairan dana tersebut bersifat mendesak sebagai upaya penyelamatan perusahaan sekaligus mencegah terjadinya PHK massal.

 

Aksi unjuk rasa ini menjadi bentuk keprihatinan dan perlawanan buruh terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada kelangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja. Massa aksi menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga LPS memenuhi tuntutan yang disuarakan.

(Kontributor Surabaya)

Pos terkait