Buka MUSDA IV Garda Metal Semarang Raya, Agung Panji Sutisna Tekankan Soliditas dan Regenerasi Organisasi

Buka MUSDA IV Garda Metal Semarang Raya, Agung Panji Sutisna Tekankan Soliditas dan Regenerasi Organisasi

Semarang, KPonline – Sekretaris Konsulat Cabang (KC) FSPMI Semarang Raya, Agung Panji Sutisna, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) IV Garda Metal FSPMI Semarang Raya yang digelar di Hotel Candi Indah, Semarang, Minggu (18/10/2026).

Dalam sambutannya, Panji menyampaikan bahwa MUSDA IV menjadi momentum penting bagi Garda Metal untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah ke depan. Ia mengapresiasi seluruh peserta dan jajaran organisasi yang hadir, termasuk anggota Garda Metal dari berbagai daerah yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti agenda tersebut.

Panji juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika organisasi. Menurutnya, Garda Metal merupakan salah satu pilar FSPMI yang harus mampu menopang organisasi secara keseluruhan, bukan justru terpecah karena kepentingan atau keberpihakan kepada kelompok tertentu.

“Garda Metal itu adalah pilar, penopang organisasi. Jangan sampai pilar ini berpihak pada salah satu sisi. Garda Metal harus tetap solid di daerahnya masing-masing,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Garda Metal memiliki sikap dan aturan organisasi yang harus dipatuhi. Karena itu, setiap anggota diharapkan memahami posisi dan tanggung jawabnya, termasuk tidak terseret dalam konflik yang dapat mengganggu soliditas organisasi.

Panji menegaskan, kedewasaan organisasi tercermin dari kemampuan anggotanya menjaga komitmen bersama dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dalam kesempatan tersebut, Panji sekali lagi mendorong Garda Metal untuk memperluas peran dalam pengorganisasian buruh di Jawa Tengah. Menurutnya, keberadaan Garda Metal tidak cukup hanya untuk mendukung pengamanan aksi atau hadir dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus menjadi penggerak dalam memperkuat basis keanggotaan FSPMI.

Ia mencontohkan perkembangan Garda Metal yang mulai menjangkau lebih banyak Pimpinan Unit Kerja (PUK). Perluasan tersebut diharapkan dapat membantu kawan-kawan buruh di berbagai perusahaan yang selama ini berjuang dengan keterbatasan dukungan organisasi.

“Tujuannya untuk membantu teman-teman kita yang berjuang sendiri, agar kita juga bisa membantu mereka. Itulah penerapan perjuangan secara kolektif,” ujarnya.

Panji turut menyinggung keberhasilan perjuangan buruh di Jawa Barat sebagai contoh pentingnya kekompakan dan solidaritas. Menurutnya, hasil perjuangan bukan semata-mata ditentukan oleh kehebatan seorang pemimpin, melainkan oleh keterlibatan anggota dan kekuatan organisasi yang bergerak bersama.

Ia berharap semangat kolektif tersebut dapat terus dibangun di Jawa Tengah agar FSPMI semakin kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak pekerja.

Selain soliditas dan pengorganisasian, Panji menekankan pentingnya regenerasi di tubuh FSPMI. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan organisasi harus dipersiapkan sejak sekarang, mengingat anggota yang telah memasuki usia senior pada waktunya akan memasuki masa pensiun.

Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi Garda Metal untuk memberikan ruang kepada pekerja muda agar terlibat aktif dalam organisasi, belajar dari pengalaman para senior, dan mengambil bagian dalam perjuangan.

“Teman-teman yang masih muda, teman-teman pekerja muda, ini waktunya kita tampil. Bukan hanya melihat para senior berjuang, tetapi kita juga harus belajar bagaimana para pemimpin dan senior melakukan perjuangan,” ungkapnya.

Menurut Sekretaris KC FSPMI Semarang Raya tersebut, regenerasi bukan sekadar pergantian orang dalam kepengurusan. Lebih dari itu, regenerasi merupakan upaya memastikan FSPMI tetap memiliki anggota, kader, dan pemimpin yang mampu melanjutkan perjuangan di masa mendatang.

Ia juga mengajak seluruh anggota Garda Metal untuk tidak berhenti pada kebanggaan mengenakan atribut atau sekadar hadir dalam kegiatan. Setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan organisasi, termasuk ikut mengajak dan mengorganisasi pekerja lain agar bergabung dengan FSPMI.

Menutup sambutannya, dirinya menegaskan bahwa perangkat organisasi FSPMI Semarang Raya akan terus memberikan dukungan kepada Garda Metal dalam menjalankan tugas dan program organisasi.

Ia berharap MUSDA IV menghasilkan kepengurusan yang semakin solid, kuat, dan mampu menjalankan amanah anggota. Dukungan organisasi, menurutnya, harus menjadi penyemangat bagi Garda Metal untuk terus bergerak dan mengambil peran dalam perjuangan buruh.

“Kukuhkan dalam hati kalian bahwa perangkat bersama kalian. Kalian tidak sendiri,” pesannya kepada seluruh peserta. (sup)