Bidang Perempuan Partai Buruh Tegaskan Dukungan Konvensi ILO dalam Kongres Hari Kedua

Bidang Perempuan Partai Buruh Tegaskan Dukungan Konvensi ILO dalam Kongres Hari Kedua

Jakarta, KPonline — Kongres Partai Buruh memasuki hari kedua dengan agenda Sesi Laporan, yang salah satunya disampaikan oleh Bidang Perempuan Partai Buruh. Dalam sesi tersebut, Mundiah, S.H selaku perwakilan Bidang Perempuan, menegaskan dukungan penuh Partai Buruh terhadap Konvensi International Labour Organization (ILO) sebagai bagian dari komitmen perjuangan kesetaraan dan perlindungan perempuan.

Mundiah menyampaikan bahwa pernyataan dukungan ini merupakan langkah awal yang penting untuk mengisi ruang perjuangan sekaligus memperkuat reputasi Partai Buruh dalam isu kesetaraan gender. Menurutnya, hal tersebut juga menjadi upaya nyata dalam mendorong partisipasi perempuan yang lebih luas dan bermakna, baik di internal organisasi maupun di ruang publik.

Bacaan Lainnya

“Secara internal, ini adalah penguatan komitmen bersama. Secara eksternal, masyarakat dapat melihat bahwa kader-kader perempuan Partai Buruh hadir dan berperan aktif, termasuk di lembaga legislatif. Ini menunjukkan bahwa perjuangan perempuan bukan sekadar wacana, tetapi nyata dan terorganisir,” ujar Mundiah di hadapan peserta kongres.

Ia menegaskan bahwa perempuan yang diperjuangkan Partai Buruh bukan sekadar pelengkap, melainkan kekuatan utama yang mampu memperjuangkan hak-hak perempuan itu sendiri. Oleh karena itu, perjuangan kesetaraan dan keadilan gender merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen partai.

Dalam kesempatan tersebut, Mundiah juga menyoroti masih maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di berbagai sektor. Ia menilai kondisi ini harus menjadi momentum bersama untuk mendesak negara agar hadir dan bertanggung jawab melalui regulasi yang berpihak pada korban dan memberikan perlindungan nyata bagi perempuan.

“Kita meminta negara untuk segera meratifikasi dan memperkuat regulasi perlindungan perempuan, agar perempuan merasa aman dan terlindungi dalam setiap proses kehidupan sosial, kerja, dan politik,” tegasnya.

Sesi laporan Bidang Perempuan ditutup dengan seruan perjuangan dan ajakan untuk terus merapatkan barisan. Meski diakui masih terdapat perdebatan dan proses yang harus dilalui, namun komitmen kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam melanjutkan perjuangan ke depan.

Pos terkait