Bangga Berjuang dan Berbagi, FSPMI Purwakarta Santuni Anak Yatim di Delapan Desa pada Ramadhan 1447 H

Bangga Berjuang dan Berbagi, FSPMI Purwakarta Santuni Anak Yatim di Delapan Desa pada Ramadhan 1447 H
Foto bersama | by Fajar Setiady (Kabiro MP Purwakarta)

Purwakarta, KPonline–Islam mengajarkan umatnya untuk selalu peduli terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Nilai tersebut tertuang dalam Al-Qur’an Surah Az-Zariyat ayat 19 yang berbunyi, “Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang tidak meminta.” Ayat ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap rezeki yang diperoleh, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan melalui sedekah dan kepedulian sosial.

Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat berbagi tersebut diwujudkan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Purwakarta melalui kegiatan bakti sosial santunan kepada anak yatim piatu dengan mengusung tema “Bangga Berjuang dan Berbagi Bersama FSPMI.”

Kegiatan yang diinisiasi oleh Garda Metal dan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026, bertempat di Kantor Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta ini diikuti oleh kurang lebih 400 anak-anak yatim piatu yang berasal dari delapan desa di wilayah Kabupaten Purwakarta, yakni Cinangka, Dangdeur, Wanakerta, Cigelam, Cibungur, Bungursari, Cibening, dan Kamojing. Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat solidaritas antar anggota serikat pekerja dengan masyarakat sekitar.

Ketua Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta, Fuad BM, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari perjuangan dan pengabdian organisasi kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Saya berharap kawan-kawan FSPMI Purwakarta tetap solid sampai hari ini, terutama untuk membangun kekuatan perjuangan kaum buruh di Purwakarta,” ujar Fuad.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap peran anggota, khususnya dari Garda Metal, yang hingga saat ini masih setia mengawal organisasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pasca kongres.

“Saya sangat bangga kepada kawan-kawan Garda Metal yang sampai hari ini terus mengawal FSPMI. Walaupun kita tahu banyak problem yang kita hadapi akhir-akhir ini, bahkan ada persoalan yang sampai hari ini belum selesai. Mudah-mudahan segera selesai supaya kita bisa melanjutkan langkah perjuangan berikutnya,” katanya.

Fuad juga menyinggung kondisi organisasi yang saat ini menghadapi berkurangnya jumlah anggota akibat banyaknya pabrik yang tutup, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk tetap berbagi kepada sesama.

“Dengan terselenggaranya acara hari ini, buka puasa bersama anak-anak yatim dari delapan desa, saya berharap walaupun bantuan yang diberikan tidak banyak, setidaknya kawan-kawan FSPMI bisa memberi kebahagiaan kepada adik-adik semua. Memang saat ini jumlah anggota kami tidak sebanyak dulu, banyak pabrik yang tutup, tapi semangat berbagi tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Kegiatan santunan anak yatim pun dirangkai dengan acara buka puasa bersama. Selain sebagai bentuk ibadah di bulan Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa perjuangan serikat pekerja tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan sosial ini, FSPMI Purwakarta berharap nilai solidaritas, kepedulian, dan semangat berbagi dapat terus terjaga, sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan bahwa setiap harta yang dimiliki terdapat hak bagi mereka yang membutuhkan.

Dengan semangat berjuang dan berbagi, organisasi buruh tersebut berkomitmen untuk terus hadir, baik dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja maupun dalam kegiatan kemanusiaan di tengah masyarakat.