Aku Kangen Kaleng Roti Isi Rengginang

Aku Kangen Kaleng Roti Isi Rengginang

Mungkin aku agak berlebihan dengan rasa kangenku saat Lebaran. Selain aku sangat ingin bertemu dan silaturahmi dengan keluarga, aku juga rindu kaleng roti isi rengginang. Obsesiku tampak aneh kan? Namun, kenangan terhadap rengginang tidak mudah luntur dimakan zaman.

Dulu, saat aku masih SD, nenekku sering membuat rengginang untuk camilan Lebaran. Makanan ini dibuat dari ketan yang dipipihkan, lalu dijemur sampai kering. Setelah itu, bahan mentah ini digoreng sehingga menjadi rengginang yang renyah dan gurih. Aroma khas rengginang yang masih hangat selalu membuatku tidak bisa menolak untuk mencicipinya.

Nenek biasanya menaruh semua rengginang buatannya pada kaleng roti besar. Kaleng ini lantas disajikan di atas meja ruang tamu yang dihidangkan bersama camilan lainnya, seperti kue kering dan kacang rebus. Namun, nenek juga membuat versi lain agar rengginang bisa dinikmati anak-anak. Sebagian rengginang dicelupkan pada coklat leleh. Jadilah menu baru yaitu rengginang coklat yang manis gurih.

Penggemar rengginang coklat buatan nenek tak hanya anak-anak, tapi hampir semua tamu yang bersilaturahmi ke rumah beliau. Aku juga suka makanan itu yang membuatku selalu teringat karena nenek selalu menyajikannya setiap Lebaran. Saat itu, aku merasa sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluarga dan menikmati camilan favoritku.

Hanya saja, nenek sudah tiada satu tahun lalu. Lebaran tahun ini kebersamaan bersama nenek tidak akan terulang lagi. Aku berdoa semoga nenek diterima semua amal ibadahnya oleh Allah SWT, Aamiin. Alhamdulillah, ternyata ibu juga bisa membuat rengginang dan menyajikannya di meja ruang tamu, seperti yang nenek lakukan dulu. (Yanto)