Bekasi, KPonline – Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Automotive Mesin Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAMK FSPMI) PT MTM sukses menyelenggarakan Pendidikan Dasar bagi para anggotanya. Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu, Belajar, Berjuang, Sejahtera” ini berlangsung di Ruang Training PT MTM pada Sabtu (31/01/2026) dan diikuti 39 peserta.
Dalam sambutannya, Ketua PUK SPAMK FSPMI PT MTM, Dian Hernansyah, menekankan pentingnya belajar terhadap dinamika hukum ketenagakerjaan di Indonesia.
“Aturan ketenagakerjaan terus berubah, maka semuanya harus mau terus belajar. Tidak hanya pengurus, tetapi juga seluruh anggota. Jangan sampai kita seperti katak dalam tempurung; kita harus mau membuka diri dan terus belajar,” tegas Dian.
Lebih lanjut, Dian menyoroti isu keberlanjutan organisasi melalui regenerasi. Ia mengingatkan bahwa tongkat estafet kepemimpinan harus terus dipersiapkan. “Serikat pekerja harus diwariskan. Dulu ada nama-nama seperti Syaiful Anam dan Furqon. Sekarang ada saya, dan ke depan harus ada sosok-sosok baru yang siap meneruskan perjuangan ini,” tambahnya.
Materi pendidikan diberikan oleh dua narasumber. Yang pertama adalah Andriyana (Biro Bidang Pendidikan PC SPAMK FSPMI Bekasi). Ia memaparkan materi fundamental mengenai “Mengapa Berserikat”, Sejarah Gerakan Buruh, dan pengenalan FSPMI. Ia mengupas tuntas tujuan, fungsi, dan peran strategis serikat pekerja, serta merunut sejarah perjuangan buruh mulai dari peristiwa May Day di Amerika Serikat hingga dinamika perburuhan di masa Reformasi Indonesia.
Pemateri kedua adalah Enjang Anwar Sanusi (Kabid Pendidikan PUK SPAMK FSPMI PT MTM). Ia fokus pada aspek teknis mengenai penanganan keluh kesah di tempat kerja. Enjang membekali peserta dengan kemampuan mengidentifikasi berbagai macam permasalahan pekerja hingga metode penyelesaiannya yang efektif.
Pelatihan ini mendapat apresiasi positif dari para peserta. Sumijan, salah satu peserta, mengaku bahwa kegiatan ini membuka pola pikirnya terhadap dunia serikat pekerja. “Ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya berserikat dalam lingkup pekerjaan,” ujarnya.
Senada dengan Sumijan, Basuki menyatakan bahwa pemahaman yang lebih dalam membuatnya lebih bersemangat untuk mendukung pengurus. “Kini saya lebih tahu pentingnya berserikat, sehingga lebih semangat mendukung pengurus berjuang demi kesejahteraan anggota.”
Sementara itu, Triyanto bersyukur atas terselenggaranya acara ini. “Alhamdulillah menyenangkan, bertambah pengetahuan tentang dasar-dasar berserikat. Terima kasih untuk panitia dan PUK PT MTM,” pungkasnya.



