PUK PT SAI Menyentuh Anggota Dengan Organizing Training

PUK PT SAI Menyentuh Anggota Dengan Organizing Training

Mojokerto, KPonline – Hari minggu 16 September 2018 PUK SPAMK FSPMI PT SAI melaksanakan organizing training guna menjalankan salah satu dari sekian program kerja bidang 3 yaitu pendidikan.

Organizing Training dilakukan 2 bulan satu kali dan dilaksanakan di Training Center PT SAI yang ada di dalam perusahaan PT SAI. Kali ini peserta yang mengikuti berjumlah 45 orang.

Tujuannya diadakan organizing training ini adalah agar anggota baru serikat pekerja FSPMI mengetahui dan memahami mengapa harus berserikat, apa dan bagaimana berserikat, 8 hak dasar serikat pekerja, dasar hukum serikat pekerja, serta profil organisasi FSPMI.

Saat sudah sejahtera, pekerja jangan terlena dan lupa akan peran dan fungsi serikat pekerja

Untuk materi di isi oleh pengurus internal bidang 3 yaitu Indra, Ratih, Ayu, Kristina, dan Anita. Mereka merupakan lulusan Training Of Trainer tahun 2018. Mereka juga sedang belajar menjadi trainer atau mentor yang baik.

” Kita kedepankan anggota baru supaya kawan-kawan paham bukan hanya tahu ditarik iuran saja, tapi mereka memahami dan merasakan manfaatnya bergabung dalam serikat pekerja,” ujar Eko Nugroho wakil ketua bidang 3 yang juga menjabat sebagai dewan pengupahan Kabupaten Mojokerto unsur serikat pekerja.

Dua trainer hasil didikan tahun lalu sedang meneruskan kaderisasi

PT Surabaya Autocomp Indonesia (PT.SAI) adalah sebuah perusahaan bonafid yang bergerak dalam bidang produksi outomotif. Menyoal ukuran kesejahteraan pekerja di Kabupaten Mojokerto bisa dikatakan pekerja PT SAI tergolong cukup sejahtera dan terayomi.

Kesejahteraan dan perlindungan yang didapatkan oleh para pekerja di PT. SAI, bukan serta merta jatuh dari langit karena kebaikan atau pemberian dari perusahaan, sebenarnya semua itu tidak terlepas dari pergerakan dan perjuangan serikat pekerja FSPMI. Adalah hal yang aneh apabila ada pekerja yang tidak menyukai dan tidak mau mengenal serikat pekerja.

Saat ini di PT SAI telah ada taman pendidikan kanak-kanak, ruang laktasi yang luas dan mewah, upah sektoral, bonus akhir tahun yang berlimpah, jaminan sosial yang double cover dan kemewahan lainnya yang belum tentu didapatkan di perusahaan lain, yang mana semua itu adalah hasil nyata dari buah pikiran dan perjuangan serikat pekerja.

Ruang training center yang ada dalam perusahaan untuk mencerdaskan pekerja dan mencetak kader

Bahkan dengan keberadaan serikat pekerja, permasalahan industrial hampir-hampir tidak ada yang tidak tertangani di PT SAI. Banyak kasus tiba-tiba selesai begitu saja ketika sampai di meja serikat pekerja.

Tidak dipungkiri bahkan perusahaan sendiri mengakui, banyaknya kader pekerja yang menjadi leader di manajemen, awalnya adalah​ hasil dari pendidikan leadership dari serikat pekerja. Selain itu pemanfaatan dana CSR sehingga perusahaan bisa terkenal dimana-mana dengan adanya program penanaman pohon, pembersihan sampah di hutan dan sisir sampah di laut pada mulanya adalah masukan dari Saipala (para pecinta alam SAI) yang diorganizing oleh serikat pekerja.

Para Srikandi buruh yang diasah oleh organisasi

Dari training organizing seperti ini diharapkan apa yang telah didapatkan pekerja, jangan seolah olah adalah dari kebaikan perusahaan saja, padahal tidak lain dari pergerakan organisasi FSPMI dengan konsep, lobby dan aksi yang tidak cuma sehari dua hari dilakukan. Dan ketika pekerja telah sejahtera, jangan sampai terlena apalagi lupa akan pentingnya peran dan fungsi serikat pekerja.

“Dengan berserikat buruh bermartabat”

Laila DP

Facebook Comments

Comments are closed.