Mengapa Polisi Diam Saat Terjadi Kekerasan?

  • Whatsapp
Buruh saat melakukan aksi sosialisasi monas

KORANPERDJOEANGAN.COM – Terjadinya kekerasan oleh segerombolan preman beratribut Pemuda Pancasila (PP) disesalkan banyak pihak. Bahakan Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan ormas terhadap aksi mogok buruh yang digelar di PT Abacus Kencana Industries dan PT Enkei Indonesia di Kabupaten Bekasi, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Rieke, kepolisian pantas dipersalahkan karena telah membiarkan aksi kekerasan dilakukan oleh ormas itu kepada para buruh. Apalagi, buruh melakukan mogok kerja sesuai dengan prosedur yang diatur dalam Undang-undang. “Sampai hari ini memang belum terjadi aksi represif dari polisi. Namun, kenapa aparat kepolisian diam saat terjadi aksi anarkis dan premanisme yang dilakukan ormas itu?,” tegas Rieke mempertanyakan peran Polri dalam mengamankan warganya termasuk buruh (31/10).
Padahal, kata Rieke, dalam sidang penetapan Komjen (Pol) Sutarman sebagai Kapolri di Paripurna DPR (22/10), Rike sudah mengingatkan Sutarman untuk menjaga aksi buruh yang tengah melakukan konsolidasi menuntut kenaikan upah. Atas tindakan ini, Rieke mengaku akan memberikan rekomendasi politik kepada Komisi III DPR, untuk memanggil Kapolri, Jenderal (Pol) Sutarman. Selain itu secara pribadi, Rieke mendesak Pemerintah SBY untuk merespons peristiwa ini.

Bacaan Lainnya

“Jika pemerintah diam, maka dapat diasumsikan ada indikasi kesengajaan pemerintah menggunakan sipil untuk menghadang tuntutan kenaikan upah,” tandas politisi dari PDI Perjuangan ini. Lebih lanjut, Rieke juga mendesak Polri mengusut tuntas peristiwa ini, serta menangkap para pelaku kekerasan terhadap para buruh, “lakukan proses hukum dan berikan sanksi pidana,” desaknya.

Berikut kronologi terjadinya peristiwa ini yang disampaikan Said Iqbal, Presiden KSPI/FSPMI di kantor LBH Jakarta. Massa bayaran tersebut mulai berkumpul sejak Pukul 01.00 WIB dini hari di kawasan EJIP dan sekitarnya. Pada Pukul 05.30 mereka berkeliling di kawasan EJIP menghalang-halangi buruh yang akan menggunakan hak nya untuk menyampaikan Pendapat di Muka Umum sesuai UU No. 9 Tahun 1998 .

Teridentifikasi sampai saat ini 17 orang menjadi korban luka bacok dan pukul yang dilakukan oleh ASPELINDO, Ormas Pemuda Pancasila, Ikkaput, Preman, dan lain-lain.

Diduga jumlah korban yang belum terindentifikasi jumlahnya lebih besar. Korban terdiri dari 15 orang buruh dan 2 orang security perusahaan. Diketahui bahwa 1 orang buruh saat ini dalam kondisi kritis (buruh di PT Abacus Schneider) dan 1 orang luka parah juga akibat luka bacok di kepala (Buruh dari PT. Enkei).

Berikut adalah kronologis dari beberapa kejadian kekerasan yang terjadi di beberapa perusahaan di kawasan industri:
PT Abacus Schneider

Kronologis : Pukul 08.00, rombongan pekerja ke rumah buruh. Dihadang sekitar 100 orang anggota Pemuda Pancasila dengan mobil komando. Pemuda Pancasila menyerang buruh dan dikejar sampai dengan PT Abacus. Di sana 4 orang pekerja dipukuli dengan balok dan diinjak-injak. Ada 10 motor dihancurkan dengan dipukuli, 1 motor dilindas dengan mobil komando. Ada 2 orang buruh kabur ke dalam PT Abacus, Pemuda Pancasila menyerang dan menghancurkan pos security. 2 orang security dikeroyok, 1 orang luka bacok. Nama Korban dari buruh: Sdr. Imron, Sdr. Ade Nurdin, Sdr. Purwoadi, dan Sdr. Asep. Nama Korban dari security perusahaan: Sdr. Subandi dan Sdr. Joko.

PT Ghaza Furindo Korban 1 orang luka bacok di punggung sepanjang 15 cm, 30 jahitan.

Kronologis : rombongan pekerja sedang menuju perempatan EJIP. Di sana dihadang rombongan Ormas (Pemuda Pancasila, Ikappud, Aspelindo, Preman Ambon) sekitar 30 orang pekerja diserang dengan parang, balok, dan bambu. korban dibacok saat itu, tidak ada upaya perlindungan dari aparat kepolisian. Nama korban dari buruh: Karma Irama
PT Tristar, Korban 1 orang luka tikam sedalam 3 cm, lebar 2 cm. Pukul 09.30, rombongan pekerja menuju PT Suang In, disana dihadang rombongan orang Ambon. Terjadi bentrok saling lempar batu antar kedua pihak. Salah satu pekerja, Wawan, akan mundur ke belakang tapi motornya mogok. Korban ditusuk pada saat itu. Korban tidak melihat pelakunya dan belum ditemukan saksi. (Red)

Nama korban dari buruh: Wawan
PT Fata 1 orang
PT Kein 1 orang
PT Enkei 3 orang
PT Suang Hin 1 orang
PT Duta Laser Metalindo 1 orang
PT Kyuengsin 1 orang
PT Sakai 1 orang
PT Titian Indah 1 orang

Pos terkait