May Day 2019 Massa FSPMI 10 Daerah Kepung Gubsu, Berikut Rute Aksi May Day FSPMI Sumut

Medan, KPonline-Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut) pada aksi May Day yang jatuh pada 1 Mei 2019 besok, direncanakan mengerahkan massa buruh FSPMI sebanyak 2000 orang.

Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo Mengatakan Massa buruh nanti berasal dari daerah Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, ketiga daerah ini di prediksi seribuan massa, ditambah perwakilan buruh dari Kabupaten, Batu Bara, Tebing Tinggi, Labuhan Batu Raya, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Mandailing Natal, prediksi dari 7 kabupaten kota ini massa buruh dua ratusan orang perwakilan, total massa buruh FSPMI yang akan mengepung kantor Gubernur Sumatera Utara sebanyak 10 Kabupaten Kota.

Rute Aksi :

30 April , buruh dari daerah luar medan, Deli Serdang, Serdang bedagai, mulai bergerak pada sore hari, dan di prediksi pagi pukul 08.00 Wib Kumpul di Lapangan Garuda Tanjung Morawa, Bergabung dengan massa buruh dari daerah Deli Serdang dan Serdang Bedagai.

Pukul , 08.00 Wib, Buruh Medan , Deli Serdang Konpoi dari basis basis industri dan melakukan pawai penjempautan massa buruh di kawasan industri sekitar. Untuk kota Medan titik kumpul di Jalan Yosudarso Medan, Deli Sedang titik kumpul lapangan Garuda Tanjung Morawa.

10.00 Wib, semua massa buruh 10 kabupaten kota tersebut kumpul di depan Istana Maimun Medan.

Pukul 10.30 Wib, seluruh massa aksi buruh , bergerak long march (jalan kaki) dari Istana Maimun hingga menuju kantor Gubernur Sumatera Utara, sepanjang long march menyampaikan orasi dan tuntutan para buruh.

Pukul 11.00 Wib, tiba di Kantor Gubsu dan melakukan orasi serta penyampain aspirasi, di prediksi sampai sore hari.

“Untuk thema aksi kali ini kita adalah, Kesajahteraan Buruh – Demokrasi Jujur Damai” ucap Willy pada wartawan di Medan, (29/4/19)

Adapun tuntutan aksi para buruh kali ini, yakni,Tolak Upah Murah – Cabut PP 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan dan naikan KHL Menjadi 84 item. Hapus Outsourcing – Pekerja Kontrak,Tingkatkan Jaminan Kesehatan dan Jaminan Pensiun Bagi Buruh, Empat, Turunkan Tarif Dasar Listrik dan Harga Sembako,Tegakan Demokrasi Jujur Adil dan Damai, Khususnya Dalam Penetapan Presiden RI 2019 – 2024.

Lebih lanjut, dalam aksi nanti Willy mengatakan juga akan menyerukan tuntutan lokal, yakni , agar Gubsu memperkuat penegakan hukum ketenagakerjaan dengan menambah anggaran kuantitas dan kualitas pegawai pengawas ketengakerjaan di Sumut, agar Gubsu melalaui Disnaker Sumut segera menyelasaikan kasus kasus perburuhan di Sumut yang bertahun tahun tidak terselasikan diantaranya, kasus buruh PT. Perkebunan Sumatera Utara (Batu Bara), PT Karya Delka Maritim (Belawan), dan banyak kasus buruh perkebunan di Kabupaten Labuhan Batu tak kunjung diselasikan.

FSPMI Menolak Aksi Joget Joget dengan Pemerintah

FSPMI Sumut menolak tegas acara May Day yang digandeng oleh pemerintah provinsi ataupun kabupaten kota, menurut Willy kegitan yang menghabiskan biaya yang sia sia untuk kegitan hura hura seperti berjoget dengan musik dan iming iming pembagian hadiah untuk para buruh tidak pantas dilakukan di hari buruh yang memiliki sejarah kelam dalam meraih kesejahteraan buruh.

Menurut Willy, buruh sumut khususnya belum sejahtera bahkan upah buruhnya dalam kurun 6 tahun terakhir tertinggal jauh dari daerah lain, belum carut marut tentang masalah ketenagakerjaan yang tidak bisa dituntaskan oleh pemerintah Sumut dalam hal ini Disnaker setempat.

” Hampir tiap may day pemropsu dan kepala daerah kabupaten kota di sumut sibuk membuat kegiatan may day dengan hura hura, padahal praktiknya pemerintah itu sendiri masih abai atau tidak peduli akan hak, nasib, dan kesejahteraan buruh, jadi kita akan tetap turun aksi, tidak akan ikut acara yang kami anggap, menina bobokan kaum buruh ini ” tegas Willy.

Willy berharap, pada aksi mereka nanti, harapnya Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara dapat hadir ditengah tengah masaa buruh yang melakukan aksi di kantornya.

” kita harap Gubsu hadir di aksi kita nanti, agar dia mendengar langsung kasus kasus buruh di Sumut, dan kedepan memperhatikan kesejahteraan kaum buruh Sumut khususnya, kalau beliau tidak hadir, berarti kita anggap ia tidak be empati pada kaum buruh” tutup Willy.