Diklat SAIPALA VIII: “Bermartabat dengan Berorganisasi. Kuat dengan Persaudaraan”

Diklat SAIPALA VIII: “Bermartabat dengan Berorganisasi. Kuat dengan Persaudaraan”

Mojokerto, KPonline – Ketua Panitia Diklat SAIPALA ke- 8 Azas Nur Hadi menjelaskan soal apa saja kegiatan selama diklat yang dipimpinnya. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh peserta dalam Diklat ini.

“Isinya pradiklat, di sana akan diberikan materi, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis,” ujar Azas saat meeting persiapan diklat di Sekretariat PUK FSPMI SPAMK PT SAI, Selasa (02/10/2018).

Pradiklat dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2018. Materi terdiri dari Sejarah dan Organisasi SAIPALA, Mountaineering, Survival, Tali temali, dan PPGD.

Dari total 46 peserta, 5 diantaranya laki-laki dan 41 perempuan. Mereka terbagi dalam 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdapat tiga orang pendamping.

Pada tanggal 3 November 2018, pukul 07.30 WIB peserta mulai berkumpul di PT.SAI untuk upacara pembukaan Diklat SAIPALA ke 8. Upacara pembukaan ini juga disambut oleh perwakilan dari PUK FSPMI PT SAI yaitu Suja’i.

Kemudian tepat pukul 09.00 WIB , peserta berangkat ke lokasi Diklat di Begagan limo, Mojokerto.

“Dari awal, kegiatan di lapangan rencananya akan berlangsung hingga 4 November 2018. Sebenarnya ada beberapa kendala kecil saat melakukan persiapan, salah satu diantaranya adalah panitia sedikit kesulitan membawa perlengkapan ke tempat camp, akan tetapi berkat kerja sama tim panitia yang sangat luar biasa akhirnya masalah itu teratasi,” ujarnya.

Terdapat materi survival saat peserta melakukan lintas alam di hari pertama Diklat. Sebelum dilakukan survival di lapangan, seluruh peserta ditanya kondisi fisiknya oleh ketua trainer Dian Maulana Ishaq.

Sebelumnya peserta telah diberi bekal makan oleh panitia. Namun, saat matahari akan kembali ke perkemahan peserta diinstruksikan untuk membuat bivak sebagai tempat berteduh karena kebetulan saat itu terjadi gerimis.

Saat selesai sholat isya seluruh peserta melakukan pertunjukan seni perkelompok secara bergantian. Setelah selesai mereka pun tidur di tenda yang telah disediakan panitia.

Tepat pukul 02.30 WIB peserta dibangunkan untuk melakukan aktivitas pembekalan dan pemahaman lanjutan. Ada 3 pos dalam perjalanan malam itu. Antara lain; Keorganisasian PUK dan SAIPALA, Motivasi dan Evaluasi.

Setelah mereka sampai pada pos terakhir yaitu pos evaluasi maka selanjutnya mereka pun dikukuhkan sebagai anggota SAIPALA dengan mengucapkan kode etik pecinta alam yang dipandu oleh Widianto.

Setelah pengukuhan mereka melakukan Olahraga diantaranya senam pagi, prusik dan katrol. Peserta dengan antusias mengikutinya.

“Saya sangat terharu dan mengucapkan banyak maaf dan banyak-banyak terimakasih kepada semua panitia Diklat yang telah menerima kami sebagai anggota baru di keluarga SAIPALA. Jujur disini kami merasa benar-benar bahwa kita bersaudara, kebersamaan, keceriaan yang dihadirkan menjadikan saya dan teman-teman peserta yang lain mencintai SAIPALA,” ungkap salah satu peserta Diklat saat upacara penutupan Diklat SAIPALA ke 8.

Memang itulah tujuan panitia pada Diklat SAIPALA ini. Bukan sekedar mencari anggota tapi mereka mencari keluarga.

Hubungan mereka bukan hanya sekedar tim, kawan atau relasi melainkan sebuah saudara.

Ini selaras dengan semboyan mereka. “Sai Jonggring Saloka!!! Kita semua saudara!!!”.

Penulis: Siti Nur Auliyah

Facebook Comments

Comments are closed.