Asah Ketrampilan, Pemberdayaan Perempuan PUK SAI adakan Training Merajut

Mojokerto, KPonline – Pernah terpikirkah apa yang akan kita lakukan saat sudah pensiun dari pabrik? Atau pernahkah berpikir untuk menghasilkan keuntungan lain selain menjadi buruh pabrik? Ataukah kita hanya pekerja yang berangkat pagi, pulang malam lalu tidur karena lelah?

Tentu kita pasti pernah memikirkan hal-hal tersebut. Tapi ketrampilan apa yang kita miliki selain menjadi sumber tenaga di pabrik kita saat ini?

Hari Minggu ini (24/03/2019), Pemberdayaan Perempuan (PPR) PUK SPAMK FSPMI PT SAI mengadakan Training Merajut. Meskipun matahari tak mau menampakkan sinarnya, namun tak menyurutkan antusiasme 40 orang peserta training. Iin dan Rita selaku trainer mengajari mereka dengan sabar.

Sebenarnya Iin dan Rita hanyalah ibu rumah tangga biasa, tapi disela-sela waktu senggangnya beliau bisa menghasilkan rupiah dengan merajut. Biasanya beliau merajut bros, dompet, tas, dan souvernir-souvenir untuk pernikahan.

Isma selaku wakil ketua bidang 6 juga menjelaskan alasan memilih training merajut untuk agenda kali ini. Dari segi finansial bahan-bahan untuk merajut relatif murah dan mudah didapat. Tapi saat sudah menjadi kerajinan, hasilnya menakjubkan dan berharga ratusan ribu. Cukup menakjubkan bukan?

“Tidak menutup kemungkinan untuk menghabiskan waktu luang di rumah, kita bisa merajut dan menghasilkan uang” imbuh Siti Rokisyah sekretaris waka bidang 6.

Harapannya dengan diadakannya training ini bisa bermanfaat untuk masa depan dan keluarga. Memang ilmunya kecil, tapi manfaatnya besar jika bisa dikembangkan.

Kontributor Mojokerto
Magda

Facebook Comments