Mengharukan, Guru Honorer Mimika Menangis Menjadi Viral

Mimika,KPonline – Mengharukan, Sebuah foto yang menggambarkan seorang guru honorer sedang menutup wajahnya sembari menangis menjadi perbinjangan di media social. Sang honorer duduk berhadapan dengan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika yang terlihat memegang handphone.

Tidak hanya di Mimika saja, foto ini bahkan sudah menjadi perhatian oleh para netizen dari seluruh Indonesia. Salah satu account yang mengunggah foto ini adalah akun Vensca Virginia Ginsel, ia menjelaskan pria itu menangis meratapi nasib insentifnya karena terancam tak dibayarkan. Sementara pria di depannya, merupakan pejabat Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Mimika.

Sy menangis lihat kejadian ini. Sungguh! Air mata sy tidak tertahankan. Pengorbanan guru2 honorer untuk mencerdaskan generasi bangsa di Kab. Mimika dibayar dgn sebuah kebijakan yg diskriminatif dan perilaku pejabat yg tidak simpatik.

Kabupaten Mimika membutuhkan ribuan guru. Tidak boleh dipungkiri. Sy tdk tahu berapa banyak tenaga guru honorer yg didata Dinas Pendidikan Dasar & Menengah Kab. Mimika. Dari sekian guru honorer itu, berapa banyak yg memiliki SK Pemda dan berapa banyak yg tdk miliki SK tersebut.

Permendikbud yg mengharuskan Guru Honorer memiliki SK Pemda seperti menjadi hantu di siang bolong bagi guru2 honorer di Timika. Bagaimana tidak, ratusan bahkan (mungkin) ribuan diantara mereka tdk memiliki SK. Peraturan ini kemudian diterapkan oleh Pemda Mimika melalui Dinas Pendidikan Dasar & Menengah tanpa ada sosialisasi dan memberikan kesempatan kepada guru2 honorer itu utk mengurus SK Pemda. Miris? Tentu saja! Guru2 honorer yg tdk memiliki SK Pemda sebagian dipecat, yg lain tdk mendapatkan hak mereka berupa pembayaran insentif.

Salah satu guru SD yg menghadap salah satu Kabid di dinas pendidikan Dasar ini contohnya. Guru yg merupakan masyarakat asli dr suku kamoro ini, harus mengeluarkan air matanya di depan pejabat dinas yg terlihat sedang memainkan HPnya, hanya untuk meminta haknya.

Negara punya Hutang utk para guru ini. Bukan hanya hutang belum membayar upah mereka, tapi hutang atas budi mereka mau berada di pelosok utk mencerdaskan bangsa.

Jangan pikir ini hanya hal sepele! Mudah2an Pak Kabid itu sedang menghubungi pejabat terkait utk membantu Bapa Guru ini dan guru2 honorer lainnya di Timika. Siapa tahu!

Cc: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Bpkln Kemdikbud.

Facebook Comments

Suhari Ete

Kontributor Media Perdjoeangan Batam, Kepulauan Riau. (suhari@outlook.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *