Melirik UMK Negeri Singa

Batam, KPOnline – Kita semua tahu Singapura adalah negara kecil yang makmur yang terletak hanya beberapa jengkal dari pulau Batam, Pemerintah singapura juga telah melakukan kebijakan dengan baik, pertumbuhan ekonomi juga baik. Namun, koefisien Gini mereka (gini ratio) terus meningkat selama bertahun-tahun, dan warga dengan berpenghasilan rendah belum melihat banyak pertumbuhan upah riil dalam beberapa tahun terakhir.

Banyak warga singapura yang sudah tua dipekerjakan dalam pekerjaan berupah rendah dengan sedikit prospek pertumbuhan upah. Mereka bekerja sebagai cleaning servise dengan gaji sekitar S $1000 per bulan atau sekitar 9.3 Juta dan ini dianggap sebagai upah minimum untuk tenaga cleaning servise.

Singapura telah memiliki kebijakan upah minimum yang efektif untuk tenaga cleaner dan satpam.Tenaga pembersih yang sebelumnya mendapatkan gaji bulanan rata-rata $850 sekarang akan di mulai dari $ 1000 untuk kantor komersial dan Restoran, sementara mereka akan mendapatkan $ 1200 untuk pembersih di kantor pemerintahan dan tempat umum. Sementara untuk jasa pengamanan (satpam) akan menerima gaji mulai dari $ 1100 per bulan, naik dari saat sebelumnya $ 800.

Di luar sektor di atas Singapura,sebagai negara maju, dalam hal upah minimum, mereka boleh dikatakan cukup mengejutkan. Negara tetangga terdekat dengan kota Batam ini ternyata tidak menerapkan sistem upah minimum. Apalagi sampai repot-repot tiap menjelang akhir tahun, ikut rapat bersama tripartit menentukan kenaikan UMK. Namun Pemerintah Singapura punya tugas yang jauh lebih besar, yakni menciptakan lapangan pekerjaan yang berlimpah. Bagi buruh yang dengan upah rendah akan mendapat bantuan dari the Workfare Income Supplement (WIS), the Workfare Training Scheme (WTS) dan the Labor Movement’s Progressive Wage Model (PWM). Secara keseluruhan hukum perlindungan terhadap buruh di Singapura dinilai memuaskan dan mendapat pujian dari berbagai pihak

Singapura menggunakan model tripartit (MOM-NTUC-SNEF) untuk merekomendasikan pedoman upah.Departemen Tenaga Kerja menggambarkan sistem tripartit sebagai “kolaborasi antara serikat (NTUC), pengusaha (Singapore National Employers Federation), dan pemerintah (MOM)” yang juga mencakup “sistem upah fleksibel.”

Di Singapura, untuk sektor-sektor tertentu, terutama di pekerjaan kasar, mereka benar-benar butuh banyak karyawan. Saking sulitnya cari karyawan, sampai-sampai mereka mempekerjakan masyarakat lansia. Besaran gaji kemudian diserahkan lewat mekanisme pasar. Ada tawar-menawar antara perusahaan dan pekerja. Ada kesepakatan bersama. Ketika sebuah perusahaan menawarkan gaji minim, dengan mudahnya karyawan pindah, untuk mencari perusahaan yang menawarkan gaji lebih tinggi. Begitu mekanismenya, hingga kemudian, perusahaan yang ingin mendapat karyawan, mau tak mau harus ikut menawarkan gaji yang baik. Jika tidak, mereka akan ditinggal karyawannya.

Pemerintah Singapura juga sangat mengontrol akan harga-harga sembako. Tidak seperti di Batam yang semuanya di kendalikan oleh para mafia, dan seperti sekarang ini, mereka akan senang dengan isu UMK yang akan segera naik, karena mereka juga akan menaikkan harga seenaknya.(*)

 

Comments

comments

Suhari Ete

suhari@outlook.com|@suhariete