Di Miyako Banyak Preman, Polisi Hanya Diam

Tangerang, KPonline – Hari ketiga buruh Miyako melakukan aksi unjuk rasa di depan perusahaan, mulai dibenturkan dengan preman.  Bahkan jalan masuk ke kawasan tersebut sudah di hadang preman. Dari jalan masuk Km 16, Desa Talaga, sudah di hadang lebih kurang 100 orang preman. Begitu pula jalan masuk ke kawasan Miyako di Talaga Cakrai, dekat kawasan Cikupa Mas, sudah menunggu lebih kurang 50 orang preman.

Dari semua titik masuk ke Miyako di blokir. Hal ini mengakibatkan mobil komando FSPMI yang hendak masuk ke kawasan tidak bisa tembus.

Bahkan pintu masuk dari Desa Talaga, telah di palangkan mobil kontainer. Sehingga motor pun sulit untuk masuk.

Ketika buruh menghampiri menghampiri salah satu preman untuk minta untuk masuk, tapi preman itu dengan nada tinggi bak seorang jawara tidak memperbolehkan mobil komando FSPMI untuk masuk dan alasannya sedang terjadi perundingan dengan  management. Entah siapa yang sedang berunding, karena  tidak menjelaskan secara detail siapa yg sedang berunding.

Padahal ada aparat kepolisian yang sedang berjaga, tetapi mereka seperti tak berkutik melihat preman-preman tersebut.
Polisi saja hanya bisa diam. Apalagi kawan-kawan buruh yang hanya bermodalkan semangat untuk bersolidaritas ke Miyako.

Ada dugaan kuat, bahwa preman preman tersebut bayaran perusahaan. Informan kami menyebutkan, para preman tersebut diduga bayarannya 500 ribu per orang. Bahkan juga ada dugaan, tukang ojek prapatan juga di bayar 150 ribu untuk menghadang jika ada buruh yang hendak ikut bersolidaritas ke Miyako.

Ternyata negeri ini masih banyak orang-orang yang bermodalkan muka seram, otot besar, yang mau di manfaatkan demi kepentingan pengusaha hitam untuk menindas buruh. (*)

Penulis: Ovlost dan Jejen